Mantan Guru Sukses Jadi Peternak Ayam, Produksi 200 Kg Tepung Telur per Hari

Video kali ini mengisahkan perjalanan inspiratif seorang mantan guru SMA dan SMP di Ngawi dan Blitar yang memilih pensiun dini di usia 50 tahun demi mengejar kebebasan finansial dan mendirikan usaha peternakan ayam petelur.

Berawal dari lingkungan baru di Kecamatan Ponggok, Blitar—daerah yang mayoritas warganya berprofesi sebagai peternak—ia mulai belajar beternak dari pamannya yang sukses. Dengan modal Rp100 juta (hasil pinjaman lunas dari keluarga), ia memulai budidaya ayam dan menyicil semua kebutuhan dari gaji ASN-nya bersama sang istri.

Namun, tantangan tak sedikit. Dari krisis moneter 1998, dominasi perusahaan integrator besar setelah terbitnya UU Budidaya 2009, hingga jebloknya harga telur saat pandemi COVID-19. Ia bersama rekan-rekan peternak pun mendirikan PPRN (Persatuan Peternak Rakyat Nasional) dan beberapa kali memimpin aksi demonstrasi ke Jakarta demi harga telur dan jagung yang wajar.

Puncaknya, mereka berhasil bertemu Presiden Jokowi dan mendapat solusi konkret: jagung bersubsidi Rp5.500/kg dan distribusi telur melalui program bansos. Saat program makan siang bergizi gratis pemerintah dimulai, semangat peternak bangkit lagi.

Tak berhenti di situ, ia dan koperasinya menggagas berdirinya pabrik tepung telur lokal pertama di Blitar untuk menyaingi ketergantungan pada impor. Meskipun banyak tantangan teknis dan pemasaran, mereka berhasil memproduksi tepung telur dengan kualitas unggul khas UMKM, sekaligus memanfaatkan limbah cangkang telur sebagai pupuk tinggi kalsium.

Kini, lewat PT Sipaman Sinergi Pangan Mandiri, ia tak hanya menyediakan bahan baku industri makanan, tetapi juga membuka lapangan kerja, menstabilkan harga telur, dan menjaga ketahanan pangan rakyat. Simak cerita lengkapnya hanya di episode "Ingon-Ingon" di youtube PecahTelur yang berjudul: Mantan Guru Sukses Jadi Peternak Ayam, Produksi 200 Kg Tepung Telur per Hari!


Lihat Lainnya

Multimedia Terbaru